Thursday, February 19, 2026
Google search engine
HomeKulinerMencoba Sensasi Kopi Joss Jogja

Mencoba Sensasi Kopi Joss Jogja

Kalau kamu main ke Yogyakarta dan belum coba kopi joss, berarti kunjunganmu belum lengkap. Minuman ini bukan cuma soal rasa kopi, tapi juga soal pengalaman unik yang nggak bisa ditemukan di tempat lain. Bayangin aja, secangkir kopi hitam panas, lalu tiba-tiba dimasukkan arang menyala langsung ke dalamnya. Suara “joss!” yang keluar dari dalam gelas itulah asal mula nama kopi ini.

Pertama kali saya mencoba kopi joss adalah saat malam-malam menyusuri area Stasiun Tugu. Deretan angkringan mulai buka, lampu-lampu temaram menemani orang-orang yang duduk santai di tikar sambil ngobrol. Di sanalah saya menemukan angkringan Lek Man, tempat yang konon jadi pelopor kopi joss sejak tahun 1960-an. Dengan penasaran, saya memesan satu gelas.

Proses pembuatannya sederhana tapi bikin penasaran. Awalnya, kopi hitam diseduh seperti biasa, lalu sepotong arang panas langsung dicelupkan ke dalam gelas. Suara mendesis langsung terdengar, menandakan proses “joss”-nya terjadi. Arang dibiarkan beberapa saat, lalu diangkat, dan kopi pun siap diminum.

Awalnya saya ragu. Apa nggak bahaya minum kopi yang dicelupin arang? Tapi ternyata, kopi joss ini justru dianggap lebih ramah di lambung. Konon, arang membuang sebagian kafein dan kandungan asam yang biasanya jadi pemicu sakit perut bagi sebagian orang. Rasanya? Mirip kopi hitam biasa, tapi ada sensasi berbeda—sedikit rasa “panggangan” yang unik, agak seperti kopi yang diseduh di atas api unggun.

Yang paling menarik dari kopi joss bukan cuma rasanya, tapi suasananya. Menikmati kopi joss di pinggir jalan sambil denger suara kereta lewat, ngobrol dengan teman atau bahkan kenalan baru, membuat pengalaman ini terasa sangat Jogja. Ada kehangatan dan kedekatan yang khas. Ini bukan sekadar ngopi, tapi bagian dari budaya lokal yang masih hidup dan terus dilestarikan.

Harga segelas kopi joss pun sangat bersahabat. Hanya sekitar Rp5.000 hingga Rp8.000 saja. Sangat cocok buat backpacker, mahasiswa, atau siapa pun yang pengin menikmati Jogja tanpa perlu keluar banyak uang. Dan kalau kamu lapar, angkringan biasanya juga menjual aneka gorengan, nasi kucing, sate usus, dan wedang-wedangan lainnya.

Selain angkringan Lek Man yang legendaris, kamu juga bisa menemukan kopi joss di banyak angkringan lain di sekitar Tugu dan Malioboro. Beberapa bahkan menawarkan variasi rasa seperti kopi joss susu atau kopi joss jahe. Tapi buat kamu yang ingin mencicipi versi original dan merasakan suasana Jogja tempo dulu, Lek Man tetap jadi tempat yang wajib dikunjungi.

Kopi joss memang bukan kopi mewah yang disajikan di kafe modern. Tapi justru karena kesederhanaannya itulah, minuman ini punya daya tarik sendiri. Ia jadi simbol keramahan Jogja—kopi rakyat yang menyatukan orang dari berbagai latar belakang di atas tikar sederhana.

Sebagai penikmat kopi dan penggemar budaya lokal, saya merasa pengalaman minum kopi joss adalah salah satu momen paling berkesan selama di Jogja. Ini bukan cuma tentang rasa, tapi juga cerita, tradisi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jadi, kalau kamu berkunjung ke kota ini, sempatkan waktu untuk duduk di angkringan, pesan kopi joss, dan nikmati malam Jogja yang sederhana namun penuh makna.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments