Thursday, February 19, 2026
Google search engine
HomeBaliTips Berburu Oleh-Oleh di Pasar Seni Ubud

Tips Berburu Oleh-Oleh di Pasar Seni Ubud

Kalau kamu lagi liburan di Bali dan pengen bawa pulang oleh-oleh yang autentik tanpa bikin dompet menangis, Pasar Seni Ubud adalah tempat yang wajib banget kamu sambangi. Pasar ini penuh dengan barang-barang khas Bali, dari kerajinan tangan, kain, sampai makanan lokal, dan suasananya yang ramai bikin petualangan belanja makin seru. Cocok buat solo traveler, backpacker, atau keluarga yang nyari suvenir unik dengan harga terjangkau. Yuk, aku ceritain pengalaman berburu oleh-oleh di Pasar Seni Ubud plus tips biar belanjaanmu maksimal!

Bayangin kamu jalan di Jalan Raya Ubud, sekitar 5 menit dari pusat Ubud naik motor, dan masuk ke pasar yang penuh warna dengan tumpukan kain batik, ukiran kayu, dan pernak-pernik Bali. Pasar Seni Ubud, atau Ubud Art Market, buka setiap hari dari jam 08:00 sampai 18:00, tapi pagi adalah waktu terbaik biar nggak terlalu rame. Begitu masuk, kamu bakal disambut pedagang yang ramah tapi jago nawar, nawarin macem-macem barang, dari tas rotan, gelang manik, sampai lukisan Bali. Suasananya hidup, dengan aroma kopi Bali dari warung kecil dan suara tawar-menawar yang bikin seru.

Pertama kali ke sini, aku langsung takjub sama banyaknya pilihan oleh-oleh. Mau tas anyaman rotan yang lagi hits di Instagram? Harganya mulai Rp50.000, tapi kalau jago nawar, bisa dapet Rp30.000. Kain tenun atau batik Bali juga banyak, mulai Rp70.000 per meter—cocok buat bikin baju atau syal. Buat solo traveler, berburu suvenir di sini asyik banget karena bisa sambil ngobrol sama pedagang. Mereka suka ceritain soal proses bikin kerajinan, kayak ukiran kayu yang dibuat pengrajin lokal di Gianyar. Kalau bawa temen atau keluarga, siap-siap bingung pilih saking banyaknya barang cakep!

Tips pertama: datang pagi-pagi, idealnya jam 8 atau 9, soalnya pasar masih sepi, barang masih lengkap, dan pedagang biasanya lebih santai nawar. Aku pernah datang jam 11, dan udah penuh turis, bikin susah jalan dan harganya agak lebih tinggi. Kedua, jangan takut nawar! Harga di Pasar Seni Ubud biasanya “harga turis,” jadi coba tawarin setengah dari harga awal, lalu naik pelan-pelan. Misalnya, topeng kayu yang ditawarin Rp150.000 bisa turun ke Rp80.000 kalau kamu ramah dan sabun. Tapi tetep sopan, ya—pedagang di sini hidup dari penjualan harian.

Buat yang suka kuliner, pasar ini juga punya makanan oleh-oleh yang oke. Pie susu, kacang disko, atau kopi Bali harganya mulai Rp20.000 per bungkus. Coba beli di los yang agak dalam biar lebih murah dibandingkan di pinggir pasar. Aku suka banget beli keripik tempe pedas—harganya Rp15.000 per 100 gram, cocok buat camilan di jalan. Kalau mau oleh-oleh unik, cari sabun herbal Bali atau minyak aromaterapi dari kamboja—harganya Rp25.000-an dan bikin koper wangi. Tips: bawa tas kain sendiri biar nggak numpuk plastik, dan cek kualitas barang, soalnya kadang ada yang cepet rusak.

Pasar Seni Ubud nggak cuma soal belanja, tapi juga soal budaya. Banyak barang di sini dibuat sama pengrajin lokal, kayak tas anyaman yang bikin perempuan di desa-desa Bali punya penghasilan. Ngobrol sama pedagang, mereka suka ceritain soal tradisi Bali atau proses bikin lukisan yang butuh waktu berbulan-bulan. Kadang, kamu bisa lihat seniman kecil di pasar bikin sketsa—bikin suasana makin artsy. Kalau datang pas musim hujan, bawa payung, soalnya beberapa los nggak beratap penuh.

Fasilitas di pasar sederhana tapi cukup. Ada toilet umum di dekat pasar, meski agak basic, jadi bawa tisu basah. Warung-warung kecil di sekitar jual nasi campur, sate lilit, atau es kelapa muda dengan harga Rp10.000-Rp25.000—pas buat istirahat setelah keliling. Parkir motor cuma Rp2.000, dan kalau naik ojek online dari pusat Ubud, ongkosnya sekitar Rp10.000. Tips penting: bawa cash, soalnya kebanyakan pedagang nggak terima pembayaran digital. Kalau bawa koper, simpen di penginapan, soalnya lorong pasar sempit dan susah bawa barang besar.

Tips terakhir: jangan buru-buru beli di los pertama yang kamu lihat. Jalan-jalan dulu ke los dalam, soalnya harga di sana biasanya lebih murah, dan pilihan barangnya kadang lebih unik. Coba beli dari pedagang yang ramah biar nego lebih gampang. Dari kain batik yang warna-warni, tas rotan yang kekinian, sampai pie susu yang manis, Pasar Seni Ubud adalah surga oleh-oleh yang bikin liburanmu di Bali makin lengkap. Jadi, kapan kamu mau berburu suvenir di pasar paling artsy ini?

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments